Perniagaan yang Bermuara Surga

-Abdurrahman bin ‘Auf-

Kota Madinah gempar. Debu – debu padang pasir menyeruak menutupi sebagian pandangan penduduk madinah kala itu. Terlihat dari kejauhan kafilah dagang yang begitu besar mulai memasuki pintu kota. Jumlahnya diperkirakan sebanyak 700 tunggangan! Sungguh kafilah yang sangat besar.

Siapa yang menyangka? Jika perniagaan yang besar dimata manusia itu bermula dari perniagaan seorang hamba kepada Rabbnya. Dan perniagaan itu pun terus berlanjut, hingga dia menemui Rabbnya.

Bermula kala itu seseorang yang asetnya tak lagi berharga dimatanya, harta sama sekali tak diperhitungkan, sanak saudara tak mampu menahannya untuk meninggalkan tanah kelahirannya. Saat itu, beliau termasuk orang terkaya di makkah. Namun semua tak lagi sama, segala dunia yang dimilikinya dia putuskan ditinggalkan karena Allah. Kafir Quraisy Makkah melarang siapapun yang berhijrah untuk membawa harta yang dimilikinya.

Diapun berangkat memenuhi perintah sang utusan dengan langkah ridla dan penuh kecintaan kepada Rabbnya. tanpa harta ditangannya, tanpa dunia dihatinya. Modalnya hanya keimanan yang menghujam dalam hati akan jual beli yang menguntungkan ini. Perdagangan yang bermuara pada surga.

Sesampainya di Madinah, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam pun mempersaudarakan beliau dengan saudagar Madinah, yaitu Sa’ad bin Rabi’ Al Anshari. Terjadi suatu percakapan dua sahabat yang melebihkan cinta Allah dan Rasulnya diatas segalanya. Percakapan dua sahabat, yang saling mencintai karena Allah melebihi diri mereka sendiri. Maka Sa’ad pun berkata kepadanya,

“wahai saudaraku, sungguh akan aku berikan setengah hartaku kepadamu, dari ladang dan kekayaan. Dan pilihlah diantara kedua istriku ini yang kau sukai, agar aku ceraikan dia untuk kau nikahi”

Perkataan itu banyak membuat hati – hati terenyuh bahkan terheran tak menyangka, ungkapan seorang hamba kepada sahabatnya yang tumbuh dari keindahan ukhuwah berakarkan keimanan, namun, lelaki itu bukan lah tipe orang yang begitu mudah berpangku tangan, dengan halus beliau pun menjawab,

“Semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu, akan tetapi tunjukilah aku jalan menuju pasar”.

Maka pergilah dia menuju pasar dan memulai perniagaannya dari nol. Keberkahanpun meliputi perdagangan yang dia geluti, keuntungan seakan Allah perintahkan untuk mengikutinya dengan tertunduk. Dan duniapun kembali datang kepadanya dengan terhina.

Tercatat indah dalam sejarah ketika sahabat mulia ini menginfaqkan hartanya dijalan Allah suatu ketika sebanyak 4.000 dinar (sekitar 8M), dan disusul kembali dengan 40.000 dinar (sekitar 88M) yng hanya merupakan jumlah dari sebagian hartanya. beliau terus berniga dengan Rabbnya, menjual dunia yang begitu fana dengan kekalnya akhirat tanpa ragu.

Kiprahnya dalam membela dan mendukung da’wah Rasulullah menjadikan beliau memiliki kedudukan mulia dihadapan Allah dan para penduduk langit. Beliau lah salah satu orang yang telah Allah berikan kabar gembira kepada mereka dengan keridlaan-Nya dalam pristiwa Bai’atur Ridhwan. Beliau juga merupakan ahli Badr, yang dikatakan oleh Rasulullah kepada mereka, “Lakukanlah apa yang kalian inginkan!”(HR. Bukhori no.3007 Kitab Jihad) yang menunjukkan dosa para Ahli badr telah Allah ampuni.

‘Abdurrahman bin ‘Auf. Namanya masuk didalam 10 sahabat yang dijamin masuk surga, tercatat namanya dalam deretan 6 sahabat yang dijadikan tim khusus oleh Umar bin Khattab untuk menentukan khalifah sepeninggalnya kala itu atau yang disebut sebagai para Ahli syuro. Dan beliau pun termasuk dari 8 orang yang pertama kali menyambut seruan Rasulullah kepada Al Islam.

Jakarta.
8 Safar 1439 H

Lukman Hakim
Kepala Ibnu Katsir Boarding School

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *